Friday, March 3, 2017

Membaca Ebook secara Legal Part 1



Membaca Ebook secara Legal. Kenapa tidak?

Halooooowww… Lama saya ngga nisi blog ini yah… Terlalu banyak draft, tapi ngga kunjung kelar nulisnya … hahahaha…

Baiklah, sekarang saya mau share dua aplikasi membaca ebook di gadget secara legal. Biasanya saya memilih yang gratisan alias illegal. Boleh dong sedikit berubah :D



Aplikasi membaca ebook ini sudah saya ketahui beberapa waktu lalu ketika teman2 blog saya mulai menggunakannya. Tapi karena mengingat timbunan paperback saya yang begitu banyak, jadi saya mengabaikannya. Tapi saya ngga bisa bertahan lama ketika tiba-tiba saya ingin membaca satu buku yang harga paperback-nya dengan diskon setara dengan satu ebook di Scoop. Hasrat membaca ada, membeli juga ngga masalah, yang menjadi masalah adalah tempat penyimpanan yang semakin sempit, akhirnya saya memutuskan berlangganan Scoop. Horeeeyyy…
 
Ada satu trick yang membuat saya cepat memutuskan berlangganan, yaitu karena ternyata satu akun username, bisa digunakan di 5 gadget. Tentu saja mengingat saat ini satu orang bisa memegang lebih dari satu gadget, paling tidak satu smartphone dan laptop. Scoop bisa juga dibuka di laptop lo.

Setelah menemukan 4 partner lain untuk diajak berlangganan Scoop, diputuskan satu diantara kami membuat satu akun dan kemudian disebar ke 4 calon pengguna lainnya. 

Berikut sedikit gambaran yang kami lakukan ketika pertama kali berlangganan Scoop

1.       Satu diantara kami membuat akun yang kemudian disebar ke semua calon pengguna
2.       Karena berlangganan Scoop ini sifat pemmbayarannya perbulan, jadi kami memutuskan satu diantara kami membayar untuk bulan pertama, dan yang lain akan menyusul membayar di bulan-bulan berikutnya. Bandingkan jika misalnya kami berlima harus mengumpulkan uang terlebih dahulu sejumlah 89.000 ke bendahara, dan baru ditransfer setelah lengkap, bakal lama, dan rempong. Belum lagi ada beberapa bank yang tidak bisa melakukan transfer dibawah 50.000.
3.       Setelah masalah pembayaran selesai, kami sudah bisa menikmati deretan buku yang menggiurkan yang ada di library took, setelah men-download aplikasinya tnetu saja. Aplikasi Scoop bisa diunduh di Play Store untuk pengguna Android, dan Apple Store untuk pengguna iPhone atau iPad.
4.       Buku-buku yang tersedia dengan button ‘download’ yang bisa diunduh secara langsung setelah kita berlangganan, tapi jangan salah kalo misalnya kita lupa membayar bulanan, ebook yang sudah diunduh tak bisa lagi dibaca, kecuali masa berlangganan diperpanjang.
5.       Buku-buku yang tersedia datang dari berbagai genre, dari mulai fiksi maupun non fiksi. Segala resep juga ada kok. Silakan pilih yang disukai.
6.       Dari sekian besar buku, sebagian besar adalah buku-buku terbitan Gramedia dan KPG. Untuk majalah pun juga sebagian besar terbitan Gramedia, seperti Intisari, hai, Nakita, Tabloid Bintang Indonesia, dll. Sementara untuk korann, sangat sedikit yang tersedia untuk diunduh karena lebih banyak yang kudu dibeli.

 Screen shot 'timbunan' saya di Scoop 😀😀

Kelemahan Scoop dibandingkan aplikasi ebook reader lain

1.       Buat pembaca berkacamata seperti saya, bentuk font adalah yang paling crucial. Tapi saya bersyukur karena saya memasang Scoop app ini di tablet ukuran 8 inchi. Menggunakan format seperti PDF, tidakk memungkinkan novel-novel di Scoop di zoom layaknya ebook berformat epub. Kalopun ingin zoom in, pembaca kudu rela menggeser layar ke kiri ke kanan untuk menyelesaikan satu baris. Duh repooott…
2.       Pengaturann brightness juga tidak tersedia di Scoop app. Selama ini saya mencoba mengurangi kecerahan layar di pengaturan gadget. Dengan brightness yang paling minim pun, jika saya membaca dengan penerangan minim, juga bakal terasa terlalu terang.
3.       Tidak adanya engine ‘search’ ketika membaca. Di beberapa aplikasi membaca buku elektronik yang pernah saya gunakan, engine ini selalu ada. Tujuan tentu untuk mengulang beberapa bagian yang ingin dibaca ulang, atau paling tidak bagian untuk kita quote. Selain itu, Scoop juga tidak menyediakan fasilitas copy paste untuk beberapa kalimat untuk nantinya kita share di media social atau di document untuk keperluan menulis review nantinya. 

Melihat kelemahan Scoop ini, saya jadi merasa bahwa aplikasi ini benar-benar memberi kesan membaca buku paperback secara utuh, hanya dalam format digital. Buat saya pengguna banyak aplikasi ebook reader saja yang suka ribet dengan kekurangan ini dan itu :D Tapi overall, menyenangkan sekali membaca menggunakan Scoop ini karena saya bisa membaca buku-buku baru tanpa saya bingung mencari tempat dimana akan menyimpan buku tersebut. Dan yang jelas, lebih hemat. 

Nantikan review saya tentang ebook reader lainnya di Membaca Ebook Legal part 2 ya :D

Tuesday, January 26, 2016

Joox Music Application



Been a while I don’t update this blog, not being busy actually, just don’t try a new application on my old gadget. Sedih juga, lama-lama gadget saya ini berasa uzur banget dibandingkan aneka gadget baru yang membanjiri pasar celular saat ini. Saya masih setia memakai tablet Samsung Galaxy Tab 2 seri awal, Nokia Lumia 520 dan Sony Ericsson Arc S dengan memory seuprit. Yah, tapi look at the bright side, masih ada ruang buat di oprek kok selama saya tega melakukannya hahahaha...

Nah, sekarang saya baru saja install new application di tablet saya, satu-satunya gadget yang masih diandalkan untuk dioprek. Bagi penyuka music, dan gampang bosan dengan playlist yang itu itu saja, silakan saja simak beberapa share hasil pengalaman saya memakai JOOX ini. Hmmm... namanya mengingatkan pada kota musik ajaib Jukebox yaaa. Dan ini memang aplikasi musik terajaib yang pernah saya punya. #tsaaahh...

Yang pertama, install dulu aplikasi Joox ini di gadget, bisa menggunakan OS Android atau iOS. Nah yang pertama bakal ditemui adalah Home dengan tulisan DISCOVER paling atas. Silakan cari nama penyanyi atau lagu atau album atau playlist yang ingin dicari. Di bawahnya ada pop-up album-album atau penyanyi yang dipilih oleh editor Joox-nya. Bawahnya lagi bakal terlihat Joox Top Charts, Joox Radio (dengan berbagai genre), Top Downloads, Editor’s Picks, Featured Artists, dll.



Ohya, begitu ter-instal aplikasi ini di gadget-mu, kita kudu sign in dulu, bisa menggunakan akun kita di Facebook atau Google kok. Jadi gampang kan? Begitu klik play salah satu lagu, kita langsung dapat fasilitas VIP selama satu bulan. Fasilitas ini bisa untuk mendengarkan musik-musik dengan tulisan VIP di kanan judul lagu. VIP ini bakal habis dalam sebulan, dan jika ngga pengen meng-upgrade JOOX ke premium, atau membayar langganan, kita hanya bisa mendengar lagu-lagu non-VIP. Tapi kita masih bisa dengerin radio JOOX kok, dan ternyata banyaaak juga lagu-lagu yang non-VIP. Biasanya sih lagu-lagu yang lumayan jadul atau yang kurang populer. Buat saya sih ngga masalah, saya justru sering mencari lagu-lagu dari penyanyi tertentu dengan lagu yang kurang populer :D


Tampilan JOOX saya lengkap dengan playlist yang saya bikin plus library pribadi dan library offline dari JOOX

Nah, saya mau ngomongin fitur2 yang ditawarkan oleh JOOX:

Joox Top Charts

Nah, fitur ini memungkinkan pengguna Joox untuk mencari tahu lagu apa yang sedang populer. Selama saya menggunakan Joox, Charlie Puth menduduki peringkat paling tinggi terus. Sampe kemudian saya kepo, dan mendengarkan lagunya. Hmmm... sebenarnya biasa aja sih. Cuma easy listening aja sih hahaha... Tampilan Top charts ini bisa berganti tiap kali kita log in ke Joox, tergantung lagu apa atau siapa yang lagi populer.

Joox Radio

Untuk Joox Radio, terus terang, saya lebih cocok dengan RadioTune, radio internet cinta pertama saya sejak dulu hingga kini. Pilihan di RadioTune lebih banyak dibandingkan di Joox Radio, yang mungkin lebih cocok dengan penikmat masa kini dibanding saya yang ngga kekinian hahaha... Bayangkan, saya selalu mencari radio yang memutarkan lagu2 New Age, Celtic atau Opera... Hadeehh... Di JOOX radio, lebih memungkinkan menemukan lagu-lagu baru atau lagu-lagu yang sesuai dengan pilihan genre atau mood penggunanya..

Top Downloads

Naaahhh iniii yang paling keren dari JOOX application. Selain bisa pilih penyanyi, lagu apa saja yang tentu saja harus sudah tersedia di JOOX playlist, kita juga bisa mendownload lagu-lagu yang kita sukai. Sebenarnya bukan mengunduh seperti yang sering kita lakukan di website pada umunya, tapi lagu-lagu yang kita sukai bisa kita unduh untuk kita dengarkan secara offline, tanpa koneksi internet!!!! Berasa music library milik kita pribadiiihhh... Whoaaa... Saya jadi ngabisin waktu pilih2 lagu mana yang mau saya download... Mau ini, mau itu juga, eh, sudah punya ding, tapi belum ada di tablet, eh.... Kalap deehh... :D. Ohya, pengertian download disini sih tidak seperti download pada umumnya yang kemudian bisa kita share lewat bluetooth, atau email, lagu-lagu yang ter-download hanya bisa didengarkan di JOOX application. Ya, ga masyalah juga sih yaaa. Itu sudah plus lirik lo, kalo tersedia sih hahaha... Macam kita dengerin via Musixmatch application gituu.


Editors’ Picks

Yang ini adalah pilihan Editor yang disesuaikan dengan mood, atau tahun kelahiran lagu tersebut. Yah, pokoknya suka-suka si Editor lah. Kita terima jadi aja hahaha...

Featured artists

Awalnya saya bingung, kenapa kok ada David Bowie di Featured Artist ini. Beliau kan penyanyi jaduulll. Setelah saya kenal Joox beberapa hari, saya baru tahu mengapa David Bowie ada disitu. Ternyata itu semacam in memoriam atau Tribute To bagi penyanyi yang baru saja meninggal dunia. Tentang pilihan Featured Artist ini saya kurang tahu bagaimana bisa si penyanyi anu jadi feature untuk saat itu.

Ohya, kita juga bisa bikin playlist sedniri, yang nanti bisa kita upload, dan bisa didengerin banyak pengguna JOOX lainnya. kata seorang teman sih, dengan meng-upload satu playlist, kita bisa mendapat gratis anggota VIP satu hari. Jadi yah rajin-rajin lah membuat playlist yaaa :D

Contoh playlist yang saya buat . Selera 90s! :))

Selain fitur yang sudah saya sebutkan tadi, ada juga fitur yang bisa jadi pilihan, yaitu: Hot Genres, Local Flavor, New Releases, dan Interview. Silakan pilih mau yang mana... Ssssurrgaaaa kaannn....

Nah, cukup lengkap saya ngomongin tentang aplikasi baru di gadget saya. Ada yang kurang? Buat saya sih JOOX ini masih kurang library-nya untuk musik kategori favvorit saya, New Age dan Celtic music. Tapi tak apa, toh aplikasi RadioTune saya masih saya pertahankan juga kok. Tinggal pilih mau dengerin lagu apa, pilih aja aplikasinya. Thanks, Android. Thanks, JOOX! You really make my day from day today...

PS: Sementara ini status VIP saya masih berlangsung, bagaimana nanti jika keistemewaan ini berakhir, saya bakal tulis lagi deh. Apakah saya bakal memutuskan berlangganan atau terima dengan lagu-lagu non VIP :))

Jadi, gimana? Mau pake aplikasi music keren ini? Buruan  unduh aplikasinya di Playstore atau Apple Store :))

Artikel JOOX lainnya bisa dicek di sini

Thursday, February 19, 2015

Internet Radio or Local Radio in your Smartphone?





Saat ini, tak bisa dipungkiri jika hampir setiap orang menggenggam minimal satu gadget di tangan. Berbagai aplikasi diinstal di dalamnya, dari mulai yang penting-penting macam Quick office, adobe reader, hingga bermacam photo editor sampai game dan bermacam aplikasi untuk self-entertaiment. Buat saya, game bisa saja menjadi kebutuhan tersier #tsaaahhh, dan yang paling penting adalah aplikasi music. Di postingan saya sebelumnya, saya menulis tentang Deezer, yang ternyata membuat saya sedikit kecewa karena aplikasi tersebut hanya gratis beberapa waktu saja. Selanjutnya ((BAYARRR)). Jika ingin tetap mempertahankan kegratisan Deezer, mohon terima apa saja playlist yang sudah disediakan dari  pihak Deezer, tanpa kita mampu memilih album dari artis yang bisa kita ingin dengarkan. Yang cukup melegakan adalah Deezer akan mengacak playlist berdasar jenis music atau penyanyi yang pernah kita dengarkan atau yang kita sempat klik ‘favorite’. Not too bad laahh… 

Semenjak saya memegang hp versi java dulu, yaitu Sony Ericsson Elm, saya sudah mengangankan adanya aplikasi yang memungkinkan saya mendengarkan radio internet. Karena itulah, begitu era java-based cellphone tergantikan oleh android-based operating system atau Microsoft, aplikasi pertama yang saya cari  adalah fasilitas radio internet. Kenapa saya begitu sibuk mencari aplikasi radio alih-alih mendengarkan radio local yang sudah terdapat secara default di Smartphone? Hmmm.. itu karena saya jenis pembosan dengan lagu yang itu-itu saja dan sering kali terganggu dengan suara penyiarnya hahaha… Meskipun dulu saya pernah menjadi penyiar, tapi tetap saja ngga betah mendengarkan suara penyiar yang terkadang terlalu cempreng, atau mau guyon, tapi apa daya, terlalu garing joke-nya wkwkwk..

Nah, postingan ini, saya mau berbagi pengalaman saya dengan dua aplikasi radio yang ada di smartphone saya.

1.       SkyFm a.k.a RadioTune

Radio yang berbasis di US ini mengalami perubahan nama dari semula SkyFM, menjadi RadioTune. Padahal saya lebih menyukai nama SkyFM dibanding yang dipakai sekarang. Radio ini memiliki puluhan channel yang bisa kita klik sesuai dengan mood kita. Jika sedang membaca buku atau menulis, saya cenderung mendengrakan lagu-lagu dari channel New Age, Romantica (lagu2 opera dengan vocal) atau World music. New age dan world music sekilas hampir mirip satu sama lain, bedanya hanya di world music, kita bisa mendengar beberapa lagu dari India, Irlandia, dll, sebagai bagian world music. Selain itu, saya juga suka menikmati channel Love music dan Soft Rock. Karena saya besar di era 80-an dan 90-an, maka channel 80s dan 90s juga bisa menjadi pilihan. Sayangnya, pilihan lagu 90s tidak terlalu bervariasi, sebagian adalah lagu2 R&B. padahal di tahun itu, ada banyak sekali boyband yang popular, macam Backstreet Boys, Westlife, Boyzone, Take That, dsb. Belum lagi female singers, seperti Britney Spears, Janet Jackson, Paula Abdul, dll yang mempunyai lagu hits di era itu. Jazz channel juga bisa menjadi pilihan, apalagi penyuka Dave Koz, ada satu channel khusus bagi pecinta Dave Koz and friends. Classic rock sering kali menjadi pilihan saya, sekedar mengganti mood music atau Top Hits jika ingin mendengarkan lagu-lagu yang sedang hits di dunia, dengan kata lain ini adalah channel penyuka lagu-lagu Top 40 :D

Yang membuat saya cinta mati dengan RadioTune ini adalah bebasnya kita mendengar music tanpa jeda iklan atau suara penyiar yang cempreng atau nyablak.  So far, jazz channel memiliki satu penyiar yang terkadang ngomong di sela-sela lagu. But it’s OK for me. Tawaran bebas iklan dan full music ada di versi premium, dan katanya dengan kualitas suara yang sekualitas CD. Buat saya, yang gratis ini aja sudah OK. Saya jadi tahu lagu-lagu yang baru buat saya tapi sebenarnya tidak baru. Macam lagu-lagu milik Hayley Westenra, penyanyi opera belia, yang membuat saya mendonlot semua albumnya di torrent :D Di radio local, mana saya ada penyanyi bersuara khas macam Hayley? So far, penyanyi opera saya hanya mengenal Sarah Brightman, Luciano Pavarotti, Andrea Bocceli, Josh Groban, Il Divo. Tapi radio ini membuat saya melebarkan khasanah music saya… tsaaahh….

Di dua gadget saya, android dan lumia, keduanya juga memiliki aplikasi ini. Bedanya, di lumia, nama aplikasi ini masih menggunakan SkyFM plus tulisan non official. Ntah apa maksudnya. Perbedaan lainnya adalah, di android, kita bisa menge-tweet lagu apa yang sedang kita dengarkan lewat media social Twitter. Sementara Facebook, sepertinya tidak seasik twitter ketika kita ingin memberi tahu lagu apa yang sedang kita dengarkan. Di Lumia, fasilitas share hanya bisa dilakukan lewat Messaging, atau email. Huh, ngga seru sama sekali. 
 



Tampilan RadioTune di android 




Tampilan Radiotune di
Lumia

2.       TuneIn Radio
Hasil gambar untuk tunein radio


Sepertinya, banyak sekali pengguna aplikasi ini di jagad smartphone, dibandingkan RadioTune. Di aplikasi ini, kita bisa memilih channel radio-radio di dunia yang memiliki fasilitas streaming. Misal saja, saya bisa mendengarkan Brava Radio yang berbasis di Jakarta, atau Delta FM di Medan, atau radio FFH Digita 90er di Jerman. Beberapa channel radio lokal juga tersedia. Suatu kali saya bisa mendengar siaran talkshow anak-anak goodreads Jakarta yang disiarkan secara live di radio. Asik kan? Konyolnya, saya memasang aplikasi ini di dua gadget saya, Lumia dan android, tapi tetap saja saya lebih memilih channel RadioTune ketika saya sedang tune in di TuneIn Radio hahaha… susah move on dari RadioTune rupanya saya ini. 

Di aplikasi ini, tak ada fasilitas share macam di RadioTune. Ga asik. Ga bisa pamer soalnya hahaha… Yang ada hanya share lewat social networks tanpa judul dan penyanyinya. Hanya alamat web yang kita dengarkan. Nama penyanyi dan judul lagu juga tersedia di panel atas android atau lumia, jadi kita bisa mengetahui judul lagu apa yang sedang kita dengarkan, selama si radio memang memiliki fasilitas ini di streaming programnya. Ada satu radio yang tadinya saya cukup suka mendengarkan, tapi sayang, tiap kali saya kepo ingin tahu ni lagu siapa yang nyanyi dan apa judulnya, ga ada keterangan. Ketika saya tanyakan ke admin-nya di twitter, si admin malah menyarankan saya untuk menanyakan secara langsung lewat twitter. Hahaha… akhirnya saya malah bertanya pada Track ID, fasilitas andalan di Xperia, atau Sazam di Lumia. Lebih akurat dan detil malah. :D




So far, hanya dua itu saja aplikasi radio yang saya punya di gadget saya. Sebelumnya, saya sempat install aplikasi Jango di android, tapi ternyata ga asik buat saya yang pembosan ini. Beberapa aplikasi sempat keluar masuk di deretan playstore saya, tapi hanya dua ini saja yang akhirnya bertahan sampai sekarang.